mlonggomebel@gmail.com 089 633 020 544
(pcs)

Sejarah Kota Jepara

Wednesday, August 6th 2014.

Kota Jepara

Kabupaten Jepara

Kabupaten Jepara

Berbicara tentang sejarah kota jepara tentu sangat berkaitan dengan seni ukiran jepara. Sejak zaman kerajaan dahulu kota jepara sangatlah mahsyur seni ukiran jepara yang sangat indah dan memiliki nilai budaya yang sangt tinggi. Sampai saat ini seni ukiran jepara pun masih melekat erat di daerah jepara dan menjadi lambang atau ikon kota jepara. Seni ukiran jepara ini pun bahkan menjadi seni ukiran yang sangat terkenal dan tak terkalahkan serta dapat menorehkan sejarah baru terhadap perkembangan ekonomi masyarakat jepara yang kian maju pesat dengan memproduksi seni ukiran jepara.
Selain terkenal dengan sejarah tentang pahlawan wanita yang sangat berjasa dalam emansipasi wanita yaitu Ibu kita Kartini, kota jepara juga sangat terkenal dengan seni ukirannya yang membuat kota jepara menjadi kota ukir yang paling mendunia. Perkembangan seni ukiran jepara ini juga di dukung oleh ketrampilan dan keuletan masyarakat kota jepara yang memanfaatkan seni ukiran jepara ini dengan baik dalam berbagai furniture sehingga dapat melestarikan budaya dari kota jepara itu sendiri.

Sejarah Perekembangan Kota Jepara

Tentang bagaimana sejarah atau awal mulanya perkembangan seni ukiran di jepara itu sendiri di tafsirkan orang-orang dalam beberapa pendapat yang berbeda. Namun dari banyaknya legenda tentang sejarah ukiran kota jepara yang paling terkenal adalah kisah dari pelukis atau pengukir terkenal Prabangkara. Singkat cerita di zaman kerajaan majapahit yang di pimpin oleh raja Brawijaya ada seorang tukang ukir atau lukis yang sangat terkenal bernama Prabangkara atau yang lebih terkenal dengan panggilan joko sungging. Prabangkara ini terbukti sangat mahir dalam membuat lukisan tau ukiran yang bisa sangat mirip dengan aslinya. Pada suatu hari Raja Brawijaya ingin memiliki lukisan istri tercintanya dlam keadaan telanjang tanpa busana sebaga wujud rasa cinta raja terhadap istrinya. Nah oleh karena itu di panggillah Prabangkara si pelukis handal tersebut untuk memenuhi keinginan sang raja. Prabangkara di berikan tugas oleh raja untuk melukiskan tubuh sang permaisuri dalam keadaan telanjang bulat namun tanpa melihat peraisuri tanpa busana. Karena Prabangkara merupakan ahli lukis dan ukiran maka ia menggunakan imajinasinya saja saat melakukan tugas tersebut.
Namun saat lukisan permasuri telah selesai ternyata hasil lukisan Prabangkara sangatlah sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Hasil lukisan prabangkara terlihat sangat nyata dan persis dengan keadaan tubuh sang permaisuri, serta tanda lahir yang ada pada kemaluan permaisuri pun posisinya sangat tepat. Dari situ raja Brawijaya mulai curiga bahwa Prabangkara telah berselingkuh dengan permaisuri sehingga dapat membuat lukisan permaisuri tanpa busana yang sesuai dengan aslinya. Raja Brawijaya pun murka dan melakukan berbagai cara untuk mengusir Prabangkara dari kerajaannya. Sehingga suatu hari Prabangkara di tugaskan untuk melukis keadaan langit beserta semua isinya dengan cara di terbangkan dengan layang-layang. Namun saat Prabangkara melakukan tugasnya tali layng-lyang tersebut putus hingga Prabangkara terbawa angin dan terjatuh di belakang gunung di daerah jepara yang kini bernama Mulyoharjo. Di daerah mulyoharjo itulah kemudian Prabangkara mengajarkan ilmu mengukir kepada penduduk jepara yang bisa bertahan sampai saat ini.
Legenda tersebut memang sedikit berlebihan karena menerangkan sebuah layang-layang yang membawa Prabangkara dari jawa timur sampai ke jepara. Bukti nyata terhadap legenda tersebut pun belum ada sampai sekarang. Tetapi cerita sejarah tersebut tetap di pegang teguh masyarakat jepara sampai saat ini.

Seni Ukiran Jepara

Namun adanya seni ukiran jepara memang sudah ada sejak dahulu. Dari zaman kerajaan di bumi kartini ini sudah mengembangkan budaya seni ukiran jepara. Bukti-bukti keberadaan seni ukiran di zaman kerajaan dahulu dapat anda lihat dari peninggalan sejarah pada masa kejayaan ratu kalinyamat yang salah satuny adalah masjid agung mantingan. Masjid agung mantingan peninggalan ratu kalinyamat tersebut terletak di desa mantingan dan terdapat lambang ukiran di berbagai sudutnya yang masih berdiri kokoh sampai sekarang.
Seni ukiran jepara kini pun telah membawa kota jepara menjadi kota ukir yang sangat mendunia. Kerajinan mebel ukir jepara kini telah di kembangkan penduduk kota jepara untuk menghiasi dinding-dinding rumah, furniture indoor, furniture outdoor, dan masih banyak lainnya sehingga dapat dengan udah dinikmati oleh masyarakat. Hasil mebel ukiran jepara pun kini telah di terima di berbagai negara di seluruh dunia.